Kamis, 24 Februari 2011

MEMBACAKAN BERITA DENGAN INTONASI, LAFAL, DAN SIKAP MEMBACA YANG BAIK


Apa itu berita?

Berita adalah laporan tentang suatu kejadian yang baru atau keterangan yang terbaru tentang suatu peristiwa; suatu fakta yang menarik perhatian atau gagasan yang perlu disampaikan kepada khalayak melalui media massa umum.

Syarat-syarat berita

Berita harus memenuhi syarat :

a. Harus benar, apa yang diberitakan itu sesuai fakta dengan bukti-bukti yang konkrit.

b. Sederhana, berita yang ditulis harus sederhana baik dalam isi maupun bahasanya sehingga dapat dimengerti oleh berbagai lapisan masyarakat.

c. Singkat, berita yang baik adalah tidak bertele-tele, langsung pada pokok permasalahan, singkat jelas dan padat sehingga tidak menimbulkan kebosanan pada pembaca.

d. Jelas, apa yang diberitakan itu tidak semu, jelas dan bisa dipertanggung jawabkan.

e. Hidup, apa yang diberitakan harus mendorong minat pembaca untuk terus membaca dan mengikuti perkembangan berikutnya. Pembaca ikut merasakan.

Bahasa berita

Bahasa berita adalah bahasa yang disyaratkan sederhana tidak bercampur baur dengan kata-kata asing dan kata-kata yang kurang atau tidak dipahami pembaca. Selain itu dalam bahasa berita hindari pemakaian kalimat terbalik dan kata-kata penat.

Berita aktual (hard news)

Berita aktual adalah uraian peristiwa, pendapat, atau realitas yang harus disajikan kepada khalayak secepatnya karena memiliki nilai berita yang tinggi. Berita aktual ini sering dijadikan berita utama media cetak atau dijadikan menu utama pada pemberitaan televisi, bahkan secara khusus berita ini dijadikan menu pada “sekilas info “(RCTI) atau “Aktualita” (AN-teve), “Fokus Utama” (Indosiar) atau nama lainnya yang memiliki maksud sama.

PANDUAN MEMBACA BERITA – oleh Fifi Aleyda Yahya – Presenter Metro TV

Ò Persiapan Sebelum Membaca Berita

Ò Pahami berita yang akan dibacakan.

Ò Bila perlu, perbaiki naskah berita dengan sepengetahuan produser program.

Ò Koordinasi dengan produser program terkait rundown berita dan wawancara bila ada.

Ò Siapkan waktu cukup untuk rias wajah dan menata rambut.

Ò Selalu siap bila terjadi hambatan teknis di saat sedang membawakan program.

Ò Tetap tenang dan relaks tapi berpikir cepat dan ambil keputusan untuk langkah berikutnya

Ò Minta maaf jika terjadi kesalahan

Ò Siap berbagai versi kalimat yang akan disampaikan jika terjadi kesalahan

Ò Contoh: “Pemirsa/ kami mohon maaf/ gambar yang baru saja kami tayangkan bukan tentang penggusuran di Jakarta tapi tentang tanggapan wakil presiden Yusuf Kalla tentang melonjaknya harga minyak goreng// Kita beralih ke informasi berikutnya///”

Ò Bagaimana Membaca Berita dengan Baik

Ò Baca berita seperti bercerita kepada orang lain.

Ò Tatap kamera seakan menatap lawan bicara.

Ò Ekspresi presenter harus sesuai dengan berita yang dibacakan.

Pembaca berita yang baik adalah pembaca yang fasih, andal, dan cermat terhadap setiap kata, frase, klausa, kalimat yang dibaca.

Ketepatan intonasi, lafal, ucapan yang jelas sangat mempengaruhi pembaca berita saat membacakan berita.

Kesalahan pemenggalan kata dapat mempengaruhi makna kalimat.

Contoh:

  1. Menurut kabar burung / nenek sakit keras.
  2. Menurut kabar / burung nenek sakit keras.

Simak pembacaan berita berikut!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

komentar